FTIK IAIN Manado – FTIK IAIN Manado menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “The Concept of Brotherhood From The Perspective of Said Nursi”  Rabu 21 Februari 2024, di Aula Rektorat IAIN Manado Lantai I. Seminar ini menghadirkan dua narasumber terkemuka, yaitu Syekh Abdulkarim Baybara, Publishing Director of sozler publication Istanbul Turkiye, dan Hasbi Sen, M.Hum Founder of Yayasan Nur Semesta Jakarta.

Peserta seminar terdiri dari mahasiswa dari berbagai prodi FTIK, serta dosen-dosen FTIK tampak hadir pula Rektor IAIN Manado  Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.HI, para wakil Rektor, Dekan FTIK, para Wakil Dekan, para Ketua dan Sekretaris prodi, Dosen FTIK serta kepala unit dan lembaga.

Dekan FTIK Dr. Arhanuddin Salim, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan, bahwa “Kegiatan seminar internasional ini adalah wujud komitmen FTIK untuk membangun jejaring global, terutama koneksi akademik yang ada di Turki”, Dr. Arhanuddin Salim, melanjutkan bahwa “ pemikiran Said Nursi, bisa menjadi bahan kajian bagi dosen dan mahasiwa FTIK, terutama dalam riset dan penelitian skripsi nantinya”, ungkap Dekan FTIK, yang juga alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini dengan penuh semangat.

Rektor IAIN Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.HI, dalam sambutannya sekaligus membuka acara seminar internasional secara resmi, menyampaikan bahwa Said Nursi merupakan seorang pemikir Islam yang memiliki pengaruh besar di Turki dan dunia. “Said Nursi menawarkan solusi untuk berbagai permasalahan kontemporer,” ujar bapak Rajafi.

Bapak Rajafi menjelaskan bahwa pemikiran Said Nursi sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. “Pemikiran Said Nursi tentang toleransi dan persatuan dapat menjadi solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan di Indonesia, termasuk di Manado,” tandasnya.

Hasbi Sen, dalam paparannya, memaparkan sekilas kehidupan Said Nursi. “Said Nursi adalah seorang otodidak yang menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan,” kata Hasbi Sen. Beliau menambahkan bahwa Said Nursi pernah dipenjara dan diasingkan karena pemikirannya yang kritis. “Namun, meskipun diasingkan, Said Nursi tetap produktif menulis karya-karyanya,” tandasnya. Syekh Abdulkerim Baybara, dalam paparannya, memaparkan tentang biografi dan pemikiran Said Nursi. “Said Nursi menekankan pentingnya pendidikan dan ilmu pengetahuan,” jelas Baybara.

Seminar Internasional ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Para peserta seminar antusias untuk bertanya kepada kedua narasumber tentang berbagai aspek pemikiran Said Nursi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *